Euforia FKM dalam OIM UI: Sebuah Hasil Kerja Keras
Dua tahun yang lalu.
Euforia OIM tampak begitu mustahil bagi FKM. Saat itu saya berada di antara ratusan mahasiswa UI lainnya. Bergantian FE dan FISIP menyuarakan yel-yelnya, sesekali FT memekikkan teriakannya yang powerful. Hari itu Closing Ceremony OIM UI 2009, dan saya memojok di sudut paling belakang ruang student center FE UI itu.
Saya bersama tak sampai sepuluh mahasiswa FKM lainnya bertepuk tangan sekeras mungkin ketika MC acara memanggil nama FKM dalam pergiliran presensi fakultas di acara itu. Namun begitulah tepuk tangan tak sampai sepuluh pasang telapak tangan — tepuk tangan yang segera saja terbanting ketika berikutnya nama FE dan FISIP UI disebut. Hari itu, FKM membawa pulang medali runner up untuk poster, dan harus puas hanya menempati urutan ke-8 dari 12 fakultas.
Jika kalian berpikir hari itu saya kecewa, kalian salah. Saya memang iri pada euforia yang diperlihatkan FE dan FISIP hari itu, saya memang dendam karena hanya berhasil membawa FKM ke semifinal dalam cabang debat Bahasa Indonesia. Tapi mungkin itu adalah iri dan dendam paling positif yang pernah saya rasakan dalam hidup saya.
Selesai acara itu, saya tak langsung pulang. Saya membawa semangat membara, dendam dan iri yang masih berapi-api, ke kaFE, kantin FE, bersama Sri Gusni Febriasari. Malam itu, sebuah buku tercorat-coret oleh evaluasi yang berhasil kami pikirkan malam itu, beserta strategi yang harus diwujudkan untuk mengubahnya.
- FKM tidak boleh hanya bertepuk tangan dalam laga kompetisi semacam ini.
- FKM tidak boleh hanya bersepuluh dalam laga kompetisi semacam ini.
- FKM PASTI BISA “memiliki” laga kompetisi semacam ini.
Visi telah tertulis jelas: Sinergis Berjuang Menuju yang Terdepan. Yel harus dibuat, kontingen harus dipersiapkan. Dan jadilah, 2010, Departemen P&K mulai menjadi bagian dari BEM IM FKM UI 2010, dan proker Science Fest menjadi proker andalannya. Semua pihak bersiap di posisinya masing-masing untuk mendukung suksesi mimpi ini. Semua berjuang, berusaha sinergis, menuju FKM yang terdepan.
***
Setahun yang lalu.
FKM memenangkan parade OIM terbaik! Paradenya bisa disaksikan ulang di http://septiaraputri.tumblr.com/post/10802678438.
Meskipun tidak mendapatkan medali penghargaan atas kemenangan ini, tapi menurut saya ini jauh lebih bermakna dari emas. Ini adalah bukti totalitas FKM. Awesome! Saya tak menyangka, yel-yel yang baru dibuat tahun ini berhasil mengalahkan yel-yel yang sudah bertahun-tahun diteriakkan fakultas-fakultas lain, kekompakan yang baru ditekadkan tahun ini berhasil mengalahkan kekompakan yang telah terbangun selama bertahun-tahun oleh fakultas-fakultas lain. Euforia itu akhirnya sampai ke FKM. Sampai, sekali lagi. Ternyata, euforia bukan hal mustahil bagi FKM. :’)
Hari itu, Closing Ceremony OIM UI 2010 diramaikan tak kurang dari dua puluh mahasiswa FKM UI. Yel-yel baru FKM yang dibuat oleh Clara dan kawan-kawan segera saja menjadi salah satu yel yang diingat hadirin di sana,
Go, FKM, go, go, FKM, AWWW!
Lebih menakjubkannya lagi, Science Fest pun ternyata berhasil mencetak kontingen-kontingen penyumbang medali. Dari posisi 4 terbawah tahun lalu, tahun 2010 itu departemen P&K BEM IM FKM UI 2010 di bawah kepemimpinan Septiara Putri berhasil membalik posisi FKM menjadi posisi 4 teratas. Ya, FKM urutan 4 dalam total perolehan point kemenangan OIM UI 2010 itu. Ternyata, sebuah perjuangan yang sinergis memang benar-benar bisa membawa FKM menuju yang terdepan. Inilah proses menuju yang terdepan itu. Dan ternyata, sekali lagi, euforia itu bukan hal mustahil untuk dimiliki FKM. :’)
***
Tahun ini.
Euforia dan semangat itu makin menguat, parade FKM dalam OIM kala itu pun makin total. Alhamdulillah, tahun ini, FKM kembali menjadi juara dalam parade fakultas. Paradenya bisa disaksikan ulang di http://www.youtube.com/watch?v=J6ZheQ—yxI
Target FKM tahun ini adalah masuk 3 besar. In sya Allah, jika dari ketidakadaan euforia sama sekali saja FKM bisa menjadi juara parade terbaik, berarti 3 besar juga bukan hal mustahil bagi FKM. Saya pun beruntung bisa menjadi saksi berkembangnya dinamisasi debat Bahasa Indonesia di FKM, dengan menjurikan debat maba dan Science Fest FKM UI 2011. Meski tak berhasil menembus babak semifinal, namun saya yakin pengalaman yang dirasakan Joko, Gek In, dan Atika kemarin merupakan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal bagi mereka mengharumkan nama FKM di cabang debat Bahasa Indonesia ke depannya. Saya puas sekali, mahasiswa-mahasiswa 2010 ini bisa berada di antara pemain sekelas Iman Usman, meraih posisi 6 dari 13 fakultas, dan menjadi satu-satunya tim yang meski hanya menang sekali namun marginnya tetap positif. Debat terakhir mereka menang telak dengan margin sepuluh — saya bahkan belum pernah menang setelak itu. :’)
Gema yel-yel FKM siap digaungkan oleh lebih dari 30 mahasiswa FKM di Pusat Studi Jepang sore itu. Dan satu per satu, yel-yel bergaung saat medali demi medali ternyata berhasil direbut kontingen FKM.
Satu. Satu lagi. Kemudian satu lagi. Saya girang bukan main, tak peduli orang bilang ingat umur dan ingat status — toh masih ada Sri Gusni yang jauh lebih ekspresif lagi dari saya di situ, dan, aaah… saya tak bisa menyembunyikan rasa takjub itu, demi Allah, saat medali bertambah lagi dan lagi.
Saya mencatat perolehan medali setiap cabang, namun tak kuasa menghitung perolehan point FKM. Pasrah, berharap, berdoa, tetap takut dan harap-harap cemas yang saya rasakan ketika pada akhirnya perolehan secara keseluruhan akan diumumkan.
Juara umum ketiga dimenangkan oleh… FT!
Deg! FE, FISIP, terngiang-ngiang di kepala. Tak terpikirkan ada di posisi berapa FKM, meski dalam hati harap-harap cemas itu terus berkelebat.
Juara umum kedua dimenangkan oleh…
FKM.
Demi Allah, saya tak kuasa melihat pejuang-pejuang departemen P&K BEM IM FKM UI 2011 beserta panitia Science Fest FKM UI 2011 menitikkan air matanya malam ini. Di bawah kepemimpinan Anggraini Sariastuti, Departemen P&K BEM IM FKM UI berhasil membawa FKM menjadi juara umum kedua. Tak penting lagi setelahnya siapa yang juara umum pertama. Alhamdulillahirabbil ‘alamin, ternyata Allah SWT mengabulkan harap kami, harap kami bertemu dengan takdir baik-Nya. FKM bukan hanya masuk tiga besar, melainkan DUA BESAR.
Ini benar-benar menakjubkan. Dua tahun lalu, euforia itu tampak begitu mustahil bagi FKM. Namun ternyata, dua tahun kemudian, FKM menempati posisi kedua. :’)
Tahun 2009, FKM ada di posisi 8.
Tahun 2010, FKM ada di posisi 4.
Tahun 2011, FKM ada di posisi 2.
Progresivitas ini sungguh jauh lebih baik dari ekspektasi dan perkiraan saya sebelumnya. Ini membuat saya tercengang, akan sebuah fakta bahwa inilah bukti kekuatan sebuah kata FOKUS, inilah bukti kekuatan sebuah kata MIMPI.
Awesome.
***
Dan saya yakin, UI juga bisa seperti ini di PIMNAS kelak. Tahun ini, UI memang bukan apa-apa di PIMNAS, euforia itu mungkin memang tampak mustahil bagi UI, posisi tiga besar mungkin memang tampak mustahil bagi UI. Namun in sya Allah, tahun depan dan tahun-tahun berikutnya UI pasti bisa meraihnya. Pasti bisa.
Insya Allah. :’)
semoga mimpi ini masih bersambung sampai sekarang,
sampai nantinya mapres fkm bisa masuk 3 besar mapres ui.
sampai nanti fkm bisa juara 1 oim ui, uifest, danlainlainnya.
sampai nanti fkm gak diremehin lagi.
sampai nanti fkm jadi tempat dimana orang-orang selalu berjuang untuk kebaikan dan kemajuan bangsa…
:)
saaayaaaaang fkm X)